Senin, 06 Oktober 2014

Roland Robertson on Globalization

Roland Robertson “Glokalisasi: Waktu-Ruang dan Homogenitas-Heteroginitas” adalah suatu tinjauan teoritis yang digunakan untuk melihat konsep globalisasi yang dibahas dalam bidang ilmu-ilmu sosial khususnya pada diskursus sosiologis. Proyek besar Robetrson dalam"Glocalization: Time-Space and Homogenitas-Heterogenitas" tidak lain dan tidak bukan untuk melengkap kelemahan dari teori-teori kontemporer yaitu dalam hal ini adalah globalisasi. Robertson memberikan resep obat untuk menyembuhkan penyakit-penyakit sosial-global pada wilayah diskusi pokok globalisai ini bukan hanya melalui definisi yang lebih baik atau hanya menawarkan teori baru yang lebih rumit dari globalisasi, melainkan Robertson mengantinya dengan konsep baru yang dikenal dengan istilah “Glokalisasi”.
Robertson memberikan gambaran tentang “Glokalisasi: Waktu-Ruang dan Homogenitas-Heteroginitas” dengan definisi semantik globalisasi yang dilihatnya sebagai sebuah proses dan memiliki karakteristik yang jelas untuk melihat pokok-pokok diskusi globalisasi. Dengan melihat globalisasi sebagai suatu proses dalam arti untuk melihat dunia secara global. Robertson menunjuk bahwa umumnya ilmuan-ilmuan sosial atau sosiolog lebih cenderung memposisikan budaya lokal dalam posisi inferior terhadap budaya global yang naungi di bawah globalisasi.
Robertson berpendapat bahwa ketidakjelasan karakteristi dalam wacana globalisasi secara sosiologis muncul di dari konsep globalisasi itu sendiri, dengan demikian? Menawarkan untuk menggantikan pijakan yang nantinya bisa dipakai untuk memberikan pandangan baru yang lain sebagai pembacaan atas kondisi maupun dalam hal memposisikan budaya yang di tandai dengan kehadiran globalisasi.
Meskipun dengan begitu Robertson adalah salah satu diantara yang pertama memperkenalkan konsep globalisasi dalam wacana sosiologi, yaitu "Glokalisasi: waktu-ruang dan Homogenitas-Heterogenitas" ia menyarankan untuk menggantinya dengan konsep “glokalisasi” yang ia adopsi dari dunia bisnis Jepang yang mengacu pada proses pas produk asing dan di adopsi untuk memenuhi kebutuhan dan selera pasar lokal maupun pada sekala global. Paradoksnya, Robertson melihat lain bahwa globalisasi merupakan kenyataan dalam fenomena lokal, dan bahwa pertukaran budaya di seluruh dunia perpaduan budayanya selalu dilakukan secara lokal. Maka muali cari cara pandanga yang lain inilah Robertson menyatakan bahwa apa yang selama ini dipahami sebagai yang lokal kenyataanya adalah global, seperti misalnya budaya global dan budaya lokal yang buka kekuatan yang saling berlawan seperti konsepsi teoritis yang di kenal dengan istilah “globalisasi dan di sarankan oleh Robertson untuk melihatnya sebagai suatu kekuatan besar yang saling berpautan dan bisa bekerja secara bersama-sama, maka di kenalkan istilah “glokalisasi”.
Sumber Gambar di ambil dari Flick .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar